Kamis, 05 April 2012

RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


SEKOLAH                        : SMA N 1 PARIAMAN
MATA PELAJARAN           : T I K
KELAS                            :  X
SEMESTER                      :  2
TAHUN  PELAJARAN        :  2011/2012

A.   STANDAR KOMPETENSI
      Menggunakan perangkat lunak pengolah kata
B.   KOMPETENSI DASAR
      Menunjukkan menu ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah kata
C.   MATERI PEMBELAJARAN
o   Menu dan ikon aplikasi pengolah kata
D.  INDIKATOR
o   Menjelaskan pengertian menu dan ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah kata
o   Menerangkan fungsi menu dan ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah kata
o   Mengidentikasi menu dan ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah kata
o   Menampilkan menu dan ikon yang tersembunyi dan menyembunyikan ikon-ikon yang tidak diperlukan 
E.   TUJUAN PEMBELAJARAN
      Siswa dapat dan mampu :
Þ      Menjelaskan Menu dan ikon aplikasi pengolah kata
F.   METODE PEMBELAJARAN      
Þ      Penjelasan materi (teori Ceramah)
Þ      Tutorial menggunakan LCD Proyektor
Þ      Praktikum Lab Komputer
G.   LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBALAJARAN
o   Menyimak penjelasan tentang pengertian menu dan ikon
o   Mendiskusikan fungsi menu dan ikon
o   Menunjukkan menu dan ikon
o   Mendemonstrasikan cara menampilkan dan menyembunyikan menu dan ikon
H.   ALOKASI WAKTU
       450 menit 10 jam pelajaran
I.    SUMBER BELAJAR/ALAT/BAHAN
      Buku panduan, internet, buku digital, Software
J.    PENILAIAN
      Penugasan individu, Praktik
     
Mengetahui,                                                       Sukoharjo, 01 Juni 2007
Kepala SMA N 1 Pariaman                                   Guru Mata Pelajaran


...................................                                     ………………………………………………..
NIP.-                                                                 NIP.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


SEKOLAH                        : SMA N 1 PARIAMAN
MATA PELAJARAN           : T I K
KELAS                            :  X
SEMESTER                      :  2
TAHUN  PELAJARAN        :  2011/2012


A.   STANDAR KOMPETENSI
      Menggunakan perangkat lunak pengolah kata
B.   KOMPETENSI DASAR
      Menggunakan menu ikon  yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah kata
C.   MATERI PEMBELAJARAN
o      Fungsi menu dan ikon pengolah kata
D.  INDIKATOR
o   Mendemonstrasikan pembuatan dokumen baru
o   Memodifikasi jenis dan pengaturan pada teks
o   Memodifikasi pengaturan halaman
o   Mendemonstrasikan pembuatan mail merge
o   Mendemontrasikan cara mengolah dan mencetak dokumen
E.   TUJUAN PEMBELAJARAN
      Siswa dapat dan mampu :
Þ      Menjelaskan Fungsi menu dan ikon pengolah kata
F.   METODE PEMBELAJARAN      
Þ      Penjelasan materi (teori Ceramah)
Þ      Tutorial menggunakan LCD Proyektor
Þ      Praktikum Lab Komputer
G.   LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBALAJARAN
o   Membuat dokumen baru
o   Mengatur format teks dan spasi dalam paragraph
o   Menggunakan bulleting dan numbering
o   Menggunakan border dan shading
o   Menggunakan berbagai jenis huruf
o   Mengatur ukuran halaman
o   Mengatur batas kanan, kiri, atas, dan bawah halaman
o   Mengatur border halaman
o   Memasukkan data ke dalam database mail merge
o   Mengedit data dalam database mail merge
o   Memasukkan data mail merge ke dalam dokumen
o   Mencetak dokumen yang telah disisipkan data
H.   ALOKASI WAKTU
       315 menit 7 jam pelajaran
I.     SUMBER BELAJAR/ALAT/BAHAN
      Buku panduan, internet, buku digital, Software
J.    PENILAIAN
      Penugasan individu, Praktik
     
Mengetahui,                                                       Sukoharjo, 01 Juni 2007
Kepala SMA N 1 Pariaman                                   Guru Mata Pelajaran


...................................                                     ………………………………………………..
NIP.-                                                                 NIP.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


SEKOLAH                        : SMA N 1 PARIAMAN
MATA PELAJARAN           : T I K
KELAS                            :  X
SEMESTER                      :  2
TAHUN  PELAJARAN        :  2011/2012

A.   STANDAR KOMPETENSI
      Menggunakan perangkat lunak pengolah kata
B.   KOMPETENSI DASAR
      Membuat dokumen pengolah kata dengan variasi tabel, grafik, gambar, dan diagram
C.   MATERI PEMBELAJARAN
o   Membuat dokumen aplikasi pengolah kata
D.  INDIKATOR
o   Membuat dan menghapus baris, kolom atau tabel
o   Menambah, menggabung serta mengatur lebar baris dan kolom
o   Membuat grafik
o   Mengoperasikan ikon drawing
o   Membuat karya dengan menggunakan program pengolah kata
E.   TUJUAN PEMBELAJARAN
      Siswa dapat dan mampu :
Þ      Membuat dokumen aplikasi pengolah kata
F.   METODE PEMBELAJARAN      
Þ      Penjelasan materi (teori Ceramah)
Þ      Tutorial menggunakan LCD Proyektor
Þ      Praktikum Lab Komputer
G.   LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBALAJARAN
o   Membuat dokumen berisi tabel
o   Menghapus baris atau kolom pada tabel yang berisi data tentang sayur-sayuran dan kacang-kacangan
o   Menambah atau menggabungkan baris atau kolom
o   Mengatur lebar baris dan kolom
o   Membuat grafik kenaikan harga beberapa jenis sayuran di solo
o   Membuat bentuk (shape) tertentu
o   Menggabungkan beberapa bentuk (shape) menjadi sebuah gambar
o   Menyisipkan shapes dan meletakan dengan benar sesuai contoh.
o   Membuat macam-macam model dokumen
H.   ALOKASI WAKTU
       180 menit 4 jam pelajaran
I.     SUMBER BELAJAR/ALAT/BAHAN
      Buku panduan, internet, buku digital, Software
J.    PENILAIAN
      Penugasan individu, Praktik
     
Mengetahui,                                                       Sukoharjo, 01 Juni 2007
Kepala SMA N 1 Pariaman                                   Guru Mata Pelajaran


...................................                                     ………………………………………………..
NIP.-                                                                 NIP.


Senin, 05 Maret 2012

Perancangan Jaringan Pada Satu gedung 3 Lantai

Untuk merancang jaringan pada suatu gedung yang trdiri dari 3 lantai yang mana masing-masing lantai tedapat 20 unit komputer. Maka pencarian alamat IP untuk masing-masing komputer da[at manggunakan netmask 255.255.255.0 yang binarinya adalah 11111111.11111111.11111111.00000000 atau /24.

Pertama kita menentukan jumlah hostnya dengan cara :

2^n - 2 = 60
                     2^6 - 2 = 60
                              n = 6
Total keseluruhan komputer adalah 60 unit komputer.       

N = 6 berarti 6 angka 0 pada oktet terakhir, jadi  subnetmasknya adalah : 11111111.11111111.11111111.11000000  >> 255.255.255.192   

Untuk mencari jumlah Subnet gunakan rumus berikut : 2^N = 2^2 = 4 subnet. Dimana N adalah jumlah 1 pada oktet terakhir.

Dengan demikian IP yang digunakan adalah rentangan 64, jadi untuk setiap lantai akan mendapat rentang IP berikut :
1.     192.168.1.0 – 192.168.1.63
2.     192.168.1.64 – 192.168.1.128
3.     192.168.1.129 – 192.168.1.193
Rentang 64 dapat dicari dari 256 – 192 = 64

Sehingga IP yang bisa digunakan adalah :
Ø  Lantai 1 :  192.168.1.1 – 192.168.1.62
Ø  Lantai 2 :  192.168.1.65 – 192.168.1.127
Ø  Lantai 3 :  192.168.1.130 – 192.168.1.192

Senin, 20 Februari 2012

Karakteristik Fiber Optik

KARAKTERISTIK FIBER OPTIK
Secara garis besar kabel serat optik terdiri dari 2 bagian utama, yaitu cladding dan core. Cladding adalah selubung dari inti (core). Cladding mempunyai indek bias lebih rendah dari pada core akan memantulkan kembali cahaya yang mengarah keluar dari core kembali kedalam core lagi.


 A.    Bagian-bagian serat optik jenis single mode
Dalam aplikasinya serat optik biasanya diselubungi oleh lapisan resin yang disebut dengan jacket, biasanya berbahan plastik. Lapisan ini dapat menambah kekuatan untuk kabel serat optik, walaupun tidak memberikan peningkatan terhadap sifat gelombang pandu optik pada kabel tersebut. Namun lapisan resin ini dapat menyerap cahaya dan mencegah kemungkinan terjadinya kebocoran cahaya yang keluar dari selubung inti. Serta hal ini dapat juga mengurangi cakap silang (cross talk) yang mungkin terjadi.
Pembagian serat optik dapat dilihat dari 2 macam perbedaan :
1.      Berdasarkan mode yang dirambatkan :
*                     Single mode : serat optik dengan inti (core) yang sangat kecil (biasanya sekitar 8,3 mikron), diameter intinya sangat sempit mendekati panjang gelombang sehingga cahaya yang masuk ke dalamnya tidak terpantul-pantul ke dinding selongsong (cladding). Bahagian inti serat optik single-mode terbuat dari bahan kaca silika (SiO2) dengan sejumlah kecil kaca Germania (GeO2) untuk meningkatkan indeks biasnya. Untuk mendapatkan performa yang baik pada kabel ini, biasanya untuk ukuran selongsongnya adalah sekitar 15 kali dari ukuran inti (sekitar 125 mikron). Kabel untuk jenis ini paling mahal, tetapi memiliki pelemahan (kurang dari 0.35dB per kilometer), sehingga memungkinkan kecepatan yang sangat tinggi dari jarak yang sangat jauh. Standar terbaru untuk kabel ini adalah ITU-T G.652D, dan G.657.
*        
*                     Multi mode  : serat optik dengan diameter core yang agak besar yang membuat laser di dalamnya akan terpantul-pantul di dinding cladding yang dapat menyebabkan berkurangnya bandwidth dari serat optik jenis ini.
*        
2.      Berdasarkan indeks bias core :
*                     Step indeks : pada serat optik step indeks, core memiliki indeks bias yang homogen.
*                     Graded indeks : indeks bias core semakin mendekat ke arah cladding semakin kecil. Jadi pada graded indeks, pusat core memiliki nilai indeks bias yang paling besar. Serat graded indeks memungkinkan untuk membawa bandwidth yang lebih besar, karena pelebaran pulsa yang terjadi dapat diminimalkan.

  Pelemahan
Pelemahan (Attenuation) cahaya sangat penting diketahui terutama dalam merancang sistem telekomunikasi serat optik itu sendiri. Pelemahan cahaya dalam serat optik adalah adanya penurunan rata-rata daya optik pada kabel serat optik, biasanya diekspresikan dalam decibel (dB) tanpa tanda negatif. Berikut ini beberapa hal yang menyumbang kepada pelemahan cahaya pada serat optik:
1.      Penyerapan (Absorption)
Kehilangan cahaya yang disebabkan adanya kotoran dalam serat optik.
2.      Penyebaran (Scattering)
3.      Kehilangan radiasi (radiative losses)


Reliabilitas dari serat optik dapat ditentukan dengan satuan BER (Bit error rate). Salah satu ujung serat optik diberi masukan data tertentu dan ujung yang lain mengolah data itu. Dengan intensitas laser yang rendah dan dengan panjang serat mencapai beberapa km, maka akan menghasilkan kesalahan. Jumlah kesalahan persatuan waktu tersebut dinamakan BER. Dengan diketahuinya BER maka, Jumlah kesalahan pada serat optik yang sama dengan panjang yang berbeda dapat diperkirakan besarnya.

B.     Kode warna pada kabel serat optik
Selubung luar
Dalam standarisasinya kode warna dari selubung luar (jacket) kabel serat optik jenis Patch Cord adalah sebagai berikut:
Warna selubung luar/jacket
Artinya
Kuning
serat optik single-mode
Oren
serat optik multi-mode
Aqua
Optimal laser 10 giga 50/125 mikrometer serat optik multi-mode
Abu-Abu
Kode warna serat optik multi-mode, yang tidak digunakan lagi
Biru
Kadang masih digunakan dalam model perancangan

Konektor

Pada kabel serat optik, sambungan ujung terminal atau disebut juga konektor, biasanya memiliki tipe standar seperti berikut:
  1. FC (Fiber Connector): digunakan untuk kabel single mode dengan akurasi yang sangat tinggi dalam menghubungkan kabel dengan transmitter maupun receiver. Konektor ini menggunakan sistem drat ulir dengan posisi yang dapat diatur, sehingga ketika dipasangkan ke perangkat lain, akurasinya tidak akan mudah berubah.

  1. SC (Subsciber Connector): digunakan untuk kabel single mode, dengan sistem dicabut-pasang. Konektor ini tidak terlalu mahal, simpel, dan dapat diatur secara manual serta akurasinya baik bila dipasangkan ke perangkat lain.

  1. ST (Straight Tip): bentuknya seperti bayonet berkunci hampir mirip dengan konektor BNC. Sangat umum digunakan baik untuk kabel multi mode maupun single mode. Sangat mudah digunakan baik dipasang maupun dicabut.

  1. Biconic: Salah satu konektor yang kali pertama muncul dalam komunikasi fiber optik. Saat ini sangat jarang digunakan.

  1. D4: konektor ini hampir mirip dengan FC hanya berbeda ukurannya saja. Perbedaannya sekitar 2 mm pada bagian ferrule-nya.

  1. SMA: konektor ini merupakan pendahulu dari konektor ST yang sama-sama menggunakan penutup dan pelindung. Namun seiring dengan berkembangnya ST konektor, maka konektor ini sudah tidak berkembang lagi penggunaannya.
  2. E200
Selanjutnya jenis-jenis konektor tipe kecil:
1.      LC
2.      SMU
3.      SC-DC
Selain itu pada konektor tersebut biasanya menggunakan warna tertentu dengan maksud sebagai berikut:
Warna Konektor
Arti
Keterangan
Biru
Physical Contact (PC), 0°
yang paling umum digunkan untuk serat optik single-mode.
Hijau
Angle Polished (APC), 8°
sudah tidak digunakan lagi untuk serat optik multi-mode
Hitam
Physical Contact (PC), 0°
Abu-abu,
Krem
Physical Contact (PC), 0°
serat optik multi-mode
Putih
Physical Contact (PC), 0°
Merah
Penggunaan khusus
C.    Kelebihan Serat Optik
            Dalam penggunaan serat optik ini, terdapat beberapa keuntungan antara lain :
1.      Lebar jalur besar dan kemampuan dalam membawa banyak data, dapat memuat kapasitas informasi yang sangat besar dengan kecepatan transmisi mencapai gigabit-per detik dan menghantarkan informasi jarak jauh tanpa pengulangan.
2.      Biaya pemasangan dan pengoperasian yang rendah serta tingkat keamanan yang lebih tinggi.
3.      Ukuran kecil dan ringan, sehingga hemat pemakaian ruang.
4.      Imun, kekebalan terhadap gangguan elektromagnetik dan gangguan gelombang radio.
5.      Non-Penghantar, tidak ada tenaga listrik dan percikan api.
6.      Tidak berkarat.

D.    Kerugian Serat Optik
1.      Tidak menyalurkan energi listrik
2.      Pada sistem repeater, transmistter & receiver perlu pengubahan energi listrik ke optik dan sebaliknya
3.      Perangkat sambung relatif lebih sulit, karena terbuat dari gelas silica, memerlukan penangganan yang lebih hati-hati
4.      Perangkat terminasi lebih mahal
5.      Perbaikan lebih sulit

Serat optik - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm